Monday, 17 March 2014

Ada..


Ada untaian doa yang terus menjadi panjang setiap satu detik terlewati, ada wajah kamu yang bahkan tak akan hilang di setiap kedip juga pejam, dan ada impian akan hari esok kita yang akan jauh lebih mudah dari ini.

Kadang, aku ingin bertanya pada Tuhanku apakah Ia pernah bosan mendengar doaku yang itu- itu saja. Tentang satu kata yaitu kita. Tentang inginku untuk diberikan kemudahan jalan ke depannya untuk kita.

Kamu tahu, hampir setiap senyumku sudah pasti karena kamu. Hampir setiap mimpiku ada kamu di dalamnya, dan di setiap doa malamku selalu ada namamu. Seperti kamu yang selalu membawa ku juga kita di tiap shalatmu, terima kasih.

Jangan pernah lelah jalan di sisiku ya, sayang.

Wednesday, 12 February 2014

Surat Cinta: Hari Ke Duabelas di Februari. Setahun Dipeluk Si Pembuat Senyum.

Selamat siang Adji.
Kamu tahu, ada senyum simpul yang terkembang saat aku menulis surat ini, ada bayangan akan kamu juga kita yang berganti- ganti seperti sebuah tayangan film di bioskop di kepalaku saat ini, dan ada rindu akanmu yang tak pernah usai bahkan setiap kita baru saja berpisah temu sedetik.
Kamu, si pembuat senyum yang selalu juga mahir menghadirkan tawa. Si pembuat senyum yang selalu juga mahir menghadirkan kuat saat hidupku sedang lemah- lemahnya. Si pembuat senyum yang selalu juga mahir menjadi penyemangat untukku jadi perempuan hebat. Karna apapun yang kita lakukan sekarang adalah proses saling memantaskan diri menjadi yang terbaik untuk yang terbaik.
Selamat hari jadi setahun untuk sebuah kata yaitu kita, sayang. Ntah sudah berapa puluh kali kita berdoa untuk hubungan ini, ntah sudah berapa ratus kali kita bertemu untuk saling membahagiakan guna tetap waras di hidup masing- masing kita yang sangat gila, ntah sudah berapa ribu kali kita saling memeluk juga mencium, dan ntah sudah berapa puluh ribu kali kita menyebut bahwa kita segitu saling menyayanginya.
Semua ini akan berujung baik seperti katamu, kata- kata yang selalu aku aminkan walau semua terasa berat setiap mengingat kalau kita masih saja dan masih selalu berhubungan diam- diam karna perbedaan yang tak pernah diiyakan oleh keluarga aku juga kamu. Tenang sayang, kalau soal setiaku juga hatiku jangan pernah kamu ragukan karna semenjak setahun lalu, aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta dengan pria lain. Aku selalu jatuh cinta di setiap harinya. Dengan pria yang sama, kamu.
Maaf karna hari ini kita tak bisa bertemu, kita bertemu hari Minggu ya sayang. Untuk merayakan hari ini katamu, untuk merayakan ada sepasang manusia yang terlalu saling sayang di tengah manusia- manusia lain yang masih meminang sakit hati karna ditinggalkan pun yang menikmati karma karna meninggalkan, kataku. Karna merasakan disayang pun menyayangi segitu kuatnya oleh orang yang sama adalah hal ajaib, terima kasih untuk hadirmu Adji.
Semoga hari- hari ke depan diantara kita tak ada yang kalah dengan keadaan, sekuat ini, seerat ini. Seerat pelukmu tiap kita menghabiskan waktu berdua.


Dari perempuan yang selalu mendoakanmu di setiap malamnya,
Prita.

Thursday, 6 February 2014

Progress to be a "woman".

Dari perempuan yang sudah bukan remaja, tetapi sedang merancang hidupnya agar menjadi wanita yang membanggakan setidaknya untuk dirinya sendiri.

Hai blog, maaf sekali mengabaikanmu lagi dan lagi.
Maaf juga karna postingan terakhir sebelum ini terasa seperti tidak menikmati hidup.
Saya bahagia, blog. Saya bahagia dengan jalan yang sedang saya lalui sekarang ini.
22 tahun: bekerja senin sampai jumat, kursus inggris senin dan rabu (kegiatan iseng yang gapapalah ya biar makin pinter), kuliah tiap weekend dan haloo sudah masuk semester 2 loh, bertemu adji tiap sela- sela breaktime di kampus, main kalau ada waktu kosong dengan elsa widiya pika, dan kalau libur ke gereja. Ihiy! Bukannya saya tidak memprioritaskan Tuhan, tetapi ibadah itu adalah tentang bagaimana komunikasi kita dengan Dia kan? saya tak lupa terus berdoa setiap harinya, biar kalaupun saya jarang ke rumahNya kasihNya tetap hidup di hati saya.
Saya sangat menikmati proses hidup tanpa sedikitpun hedon masa lalu ini. Bahagia ya kalau setiap waktu kita terasa berharga. Seperti saya yang minggu depan akan sekolah makeup karna sedang libur kuliah, dan akan ikut kursus bahasa Perancis di IFI pada kelas baru Juli nanti. Saya mau pintar banyak hal, blog. Mau bisa beberapa bahasa dengan fasih, mau pandai sekali bermain alat rias, mau semakin jago masak, mau belajar hal- hal baru yang sayapun belum kepikiran apa. Iya, saya sedang haus- hausnya ilmu tentang apapun semenjak sadar bahwa tahun- tahun belakangan saya terlalu sibuk membuang umur dengan haha hihi havefun gak penting dengan orang- orang yang gak bawa pengaruh positif sedikitpun ke hidup saya.
Bukan kurang ajar dengan menjauh seenaknya, tetapi saya hanya memilih untuk tetap bersebelahan dengan orang- orang yang sangat mencintai hidup dan Tuhannya. Saya tertampar saat tiba- tiba teringat satu ayat di alkitab "pergaulan yang buruk merusak kebiasaan- kebiasaan yang baik." Oleh sebab itu, saya cuma mau bersahabat dengan mereka yang selalu ada bahkan sangat mendukung setiap perubahan saya ini. Yang hidupnya lurus, dan gak duniawi- duniawi amat. Saya mau terbawa sama mereka. Saya mau jadi wanita yang hebat. Wanita cerdas yang punya masa depan secerah matahari di musim panas.
Tentang berumur 22, ini adalah ulangtahun terbahagia tanpa beban yang saya semenjak rasakan tahun- tahun terakhir ini.  Tentang bagaimana merasakan melewatkan hari penting dengan orang- orang terpenting. Saya dapat dua kali kejutan di rumah. Dibangunkan jam lima pagi oleh dua adik untuk meniup lilin dan berdoa sambil diberi hadiah sangat lucu. Lalu berlanjut lagi saat saya mau berangkat kerja, diberi kado lalu tiup lilin dari kue lain sambil berdoa lagi. Saya masak untuk makan siang di kantor, blog. Masakan yang jelas- jelas saya fasih. Dapat doa dan banyak ucapan dari karyawan- karyawan di kantor jelas membahagiakan. Lalu malamnya, ada tiga sahabat terbaik saya ke rumah dengan tumpukan donat juga seloyang pizza yang penuh dengan lilin juga kado yang saya suka.
Lalu yang terakhir, yang membuat saya tidak berhenti berterimakasih sambil senyum kayak manusia kurang waras. Ada laki- laki dengan rambut klimisnya dan kacamata besarnya memberi saya kue. Oh salah bukan cake seperti biasanya, itu sushi yang dibentuk serupa cake dengan mayonaise pink untuk menulis ucapannya. Laki- laki kesayangan saya setelah bapak dan adik- adik. Laki- laki agak bodoh yang bahkan gak bawa lilin untuk saya tiup. Hahaha. Dia jauh dari kata romantis, blog. Tapi dia memberi apa yang saya mimpi- mimipkan dan membawakan apa yang saya jelas akan makan. Dia yang paling tahu semua hal tentang saya. Dia bawakan saya sushi karna dia tau saya tak pernah menyukai cake, oh saya jelas fans sushi garis keras. Dia berikan pallete makeup yang cuma sebatas harapan dan mimpi yang cuma bisa saya update di Path juga twitter karna saya tau, saya gaakan bisa beli sekuat apapun saya berusaha nabung. Dia juga membawakan sebuah polaroid lengkap dengan isinya yang langsung dicoba saya juga teman- teman, dan sebox besar mist serta lotion dari salah satu brand kesukaan setiap perempuan. Dia manis sekali, blog. Hati saya sudah penuh miliknya.
Salah satu yang selalu menjadi doa saya adalah, saya minta dikuatkan karna setahun dua tahun ke depan akan banyak sekali teman- teman yang jadi sarjana, akan banyak sekali saudara dan kerabat yang bertanya kapan lulus kapan lulus. Saya tidak sehebat itu untuk menjelaskan "halo saya mulai dari awal di umur setua ini.. Gapapa kan? Toh masa depan saya gaakan kalah kok sama yang pada lulus sekarang." Saya belum sehebat itu.. Saya mau cepat lulus, jelas. Saya mau memberi senyum agak lama untuk orang tua saya. Saya mau lanjut sekolah lagi biar makin hebat. Jalan saya masih sangat panjang, blog. Saya mau jadi perempuan yang cantik luar dalam.
Terakhir kalau boleh, kepada Pencipta segalanya, kepada semesta dan setiap malaikat serta roh kudus. Tolong biarkan apa yang saya dan Adji jalankan setahun ini tetap selancar dan semembahagiakan ini. Tolong beri kami sedikit ruang untuk merasakan bahagia kekal seperti halnya yang selalu ada di cerita dongeng. Amin
Kejutan jam lima pagi dari adik-adik! Cake, payless shoes, F21 earrings& Necklace
Kejutan lagi dari adik yang lain! Cake, tumblr, revlon eyeshadow mini pallete and single blush.
Setumpuk donat dan seloyang pizza dari sahabat- sahabat tersayang!
Di rumah vika, pasangan saya sudah menunggu dengan sushi cake dan kado- kadonya :)
Kado- kado dari ADJIIIIIIIII!!!
di rumah pika, foto- foto nyobain polaroid dari adji. Hahahaha
ngebuka-bukain kado dari Adji. Sephora makeup academy pallete, instax white, a box of Victoria Secret mist&lotions
Parachute flat shoes. Kado dari pikaaa! kado dari elsa belum difoto euy. Tas lucu pokoknya!
Tau- tau dapet paket. Kado dari Ndi.. Sahabat yang udah hampir setahun gak ketemu :(
Nanti saya update lagi kamu ya, blog. Saya pasti cerita tentang minggu depan. Tentang setahun saya dan Adji, dan tentang saya sekolah makeup. Dadah!

Monday, 4 November 2013

Postingan baru, dari hidup (yang terpaksa menjadi) baru.


Sudah lama sekali tidak merekam jejak detik yang bergerak sangat cepat di sini, ah sudah hampir setengah tahun. Banyak yang terjadi, banyak yang hilang, banyak yang datang dengan dan tanpa diundang, banyak yang di luar dugaan, banyak yang menyebabkan tawa pun tangis, dan yang terjelas adalah, ada mimpi yang habis dipangkas keadaan.

Bukan tentang hati, tapi tentang aku.. Ke depannya.
Aku mau jadi apa?
Aku mau begini?
Emang ini yang aku mau?
Apa aku kuat jalanin ini?
Dan semua kekuatiran- kuatiran yang membuat tidurpun tak pernah enak.

Banyak yang akhirnya tersenyum lega, bahagia katanya mengetahui akhirnya aku menyerah pada keadaan. Menuruti inginnya mereka, dua mahluk yang selalu ingin ku bahagiakan walau bahagia mereka kadang terlalu menyakitiku.
Tentang menjadi penerus mereka yang tak pernah jadi inginku.
Tentang menyudahi cerita yang menurut mereka salah karna berbeda prinsip padahal tak pernah ada yang salah dari sebuah proses perempuan dan laki-laki saling menyayangi.
Dan tentang menjadi anak cemerlang, yang sudah sejak lama ku sadari itu bukan aku.

Aku bukanlah tipikel orang yang maunya harus selalu terhebat, terbaik dalam segala hal, dipandang orang lain dengan penuh kagum, membuat harum nama sendiri juga keluarga, oh itu bukan aku.. bukan.

Sudah sejak lama aku sadar, ada yang berbeda antara aku dan mama bapak adik- adik. Mereka terlalu keren, mereka hebat kuakui dengan sepenuh hati. Siapa yang tak ingin punya ibu bapak seperti mereka, hubungan tanpa cacat cela, suami pekerja keras yang membawa istri dan anak- anaknya ke kehidupan yang sangat sangat layak, istri yang hebat karna menemani suaminya dari bawah, pasangan yang punya banyak talenta dan selalu mesra, terkenal di sana- sini, mereka terlalu keren untuk anak yang bahkan tak pernah ingin kenal banyak orang sepertiku.

Aku mungkin terlalu naïf, tidak pernah ingin jadi orang yang sehebat matahari. Aku hanya mau jadi bintang. Yang menjadi indah tanpa harus selalu hebat seperti Tuhan.
Aku hanya ingin menjadis seseorang yang bisa menikmati hidup dengan caraku, bekerja yang aku ingin, dan berjalan di jalan yang aku mau. Tentang hidup yang harus menjadi orang kaya besar tetapi waktuku habis mengurus perusahaan jelas bukan inginku, aku hanya ingin jadi seorang muda yang rajin mengunjungi tempat baru, hidup dari sebuah kafe kecil atau toko kue. Yang kadang masih sibuk menjadi penata rias untuk pemotretan atau acara. Itu saja, uangku mungkin hanya cukup untuk sehari- hari, tak apa asal aku masih bisa menikmati senja sambil minum kopi di balkon. Begitupun aku sudah bahagia. Karna bahagiaku pun sebetulnya sangat sederhana; di tempat tenang melihat senja, dipeluk pasangan, naik kereta ke tempat jauh, makan enak, sudah.. Aku sudah bahagia.

Aku bukanlah orang yang rajin terlihat, ntahlah karna buatku terlihat hebat tak selamanya menarik karna jadi diri sendiri selalu yang termenyenangkan. Aku suka jadi aku. Aku yang pernah ku lalui, bukan aku sekarang. Aku yang sedang diproses menjadi bukan aku.

Sunday, 16 June 2013

Buka kaca jendelamu

Buka kaca jendelamu,
Rasakan hembusan angin yang menerpa wajah
Rasakan rambutmu yang terbang sesukanya
Dan rasakan bahagia yang keluar lewat senyummu.

Buka kaca jendelamu,
Lihat air yang jatuh beriringan
Lihat tanah yang bahagia menyambut setiap basah
Dan lihat langit yang membawamu kembali mengingat adaku.

Buka kaca jendelamu,
Dengan suara angin yang berhembus pelan
Dengar percikan air yang menemui akhirnya
Dan dengar setiap bisikan semesta yang menyampaikan rinduku ke kamu.